Pergerakan Kurs Rupiah Masih belum Stabil

Pergerakan Rupiah masih belum stabil. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh dari kondisi perekonomian Global. Seperti yang diketahui, naik turunnya mata uang Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi pasar uang dalam negeri. Melainkan sentiment perekonomian global. Apalagi adanya kebijakan-kebijakan baru dari The fed, bank sentral Amerika Serikat.

Pergerakan Kurs Rupiah Masih belum Stabil
Pergerakan Kurs Rupiah Masih belum Stabil

Pada hari selasa kemarin, tepatnya tanggal 10 september 2019. Kurs mata uang Indonesia pada pasar spot dikabarkan mengalami pelemahan sekitar 0,13%. Sehingga nilai tukar mata uang Indonesia per dollar Amerika Serikat hanya sekitar Rp. 14.053.

Akan tetapi, Nilai tukar tengah mata uang Indonesia di Bank Indonesia menghalami penguatan sekitar 0,43%. Sehingga nilai tukar mata uang Indonesia terhadap dollar Amerika Serikat adalah sebesar Rp. 14.031. Josua Pardede, seorang Ekonom dari bank Permata menyatakan bahwa, mata uang Rupiah mengalami pergerakan yang cukup terbatas.

Berapa Perkiraan Nilai Rupiah Hari Ini

Lebih dari itu, dalam satu minggu terkahir saja, kondisi kurs mata uang Indonesia cenderung mengalami penguatan. Sehingga hal ini dapat mendorong gairah investor untuk dapat melakukan aksi ambil untung dari fenomena tersebut.

Padahal, nilai tukar mata uang Indonesia dapat mengalami kemajuan karena adanya data inflasi dari China yang menyatakan kemajuan lebih tinggi dari perkiraan semula yang hanya dikisaran 2,8%. Hasilnya, mata uang Yuan China dikabarkan mengalami peningkatan dan dapat menopang pergerakan nilai mata uang di Asia yang lainnya.

(Baca Juga: 2 Manfaat Asuransi dalam Kehidupan yang Wajib Anda Ketahui)

Sedangkan, untuk hari ini saja yakni 11 September 2019. Lukman Leong, seorang analis dari Valbury Asia melihat bahwa Nilai Rupiah berpotensi mengalami pelemahan. Hal ini dikarenakan para pelaku pasar uang mulai melakukan anlisa The Federal Reverse tidak akan memangkas suku bunga acuannya terlalu agresif. Setidaknya untuk sisa tahun 2019 ini.

Lukman Leong juga menyatakan bahwa setelah adanya harapan untuk penyelesaian perang dagang, para pelaku pasar akan menebak bahwa pemangkasan suku bunga The Federal Reverse hanya akan berkisar 25 basis poin.

Lukan juga telah memperkirakan bahwa nilai tukar mata uang Indonesia pada hari ini, 11 September akan berada dalam kisaran 14.000 sampai dengan 14.075 mata uang Indonesia per dollar Amerika Serikat. Sementara itu, Josua justru memperkirakan bahwa nilai tukar Rupiah Hari ini akan berada di kisaran 14.000 sampai dengan 14.100 per dollar AS nya.

Leave a Reply